“Jadi tadi 29,8 persen zona musim di Nusa Tenggara, Bali dan sebagian Jawa akan mengalami musim kemarau pada bulan April. Kemudian sebanyak 22,8 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2022 meliputi sebagian Bali, Jawa, sebagian Sumatera, sebagian Kalimantan, Maluku dan sebagian Papua,” kata Dwikorita.
Dwikorita juga mengungkapkan sebanyak 23,7% wilayah akan memasuki musim kemarau pada bulan Juni 2022 meliputi Sumatera sebagian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan sebagian Papua.
“Sedangkan untuk 23,7 persen dan wilayah lainnya awal musim kemarau tersebar pada bulan Januari, Maret, Juli, Agustus, September dan Oktober,” paparnya.
Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim kemarau yaitu rerata klimatologis mulai tahun 1991 sampai 2020 terkait dengan awal musim kemarau, maka awal musim kemarau tahun 2022 di Indonesia diperkirakan mundur pada 163 zona musim atau 47,7% zona musim mengalami awal musim kemarau mundur.
“Sedangkan 90 zona musim atau 26,6 persen zona musim mengalami musim kemarau yang sama dengan rerata musim kemarau di tahun 1991 hingga 2020. Dan sebanyak 89 zona musim atau 26 persen zona musim akan mengalami musim kemarau maju, bahkan sudah dimulai,” pungkasnya.
(Awaludin)