6. Dugderan, Semarang
Kegiatan Dugderan biasanya dibuka oleh walikota dan dimeriahkan dengan sejumlah mercon dan kembang api. Selain itu terdapat juga arak-arakan kirab budaya yang dimulai dari halaman kantor balai kota hingga Masjid Agung Semarang, yang kemudian nantinya akan dilanjutkan dengan pembacaan suhuf halaqah dan penabuhan bedug. Tujuan dari tradisi ini ialah untuk mengumumkan awal dimulainya bulan suci Ramadan.
7. Pacu Jalur, Riau
Tradisi Pacu Jalur ini digelar oleh masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau menjelang bulan Ramadan dengan perayaan berupa pesta rakyat. Tradisi ini dilakukan dalam bentuk perlombaan mendayung perahu yang terbuat dari kayu pohon. Istilah Pacu Jalur sendiri datang dari kata Jalur yang berarti perahu dalam bahasa penduduk setempat. Tradisi yang dilakukan tiap tahunnya di Sungai Batang Kuantan ini, dilakukan sebagai penghibur dari rutinitas sehari-sehari sebelum memasuki bulan Ramadan.
8. Balimau, Minangkabau
Tradisi ini dilakukan dengan cara melakukan pemandian dengan jeruk nipis, yang bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin, sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Tradisi ini dilakukan satu atau dua hari sebelum memasuki bulan Ramadan dan dilaksanakan di kawasan yang dialiri oleh sungai ataupun memiliki tempat pemandian.
9. Nyadran, Jawa Tengah
Tradisi yang dilakukan dengan serangkaian kegiatan, dari mulai membersihkan makam keluarga, membawa sadranan atau makanan hasil bumi, lalu makan bersama (kenduri) ini diadakan satu bulan sebelum dimulainya puasa. Tradisi Nyadran dipercaya oleh masyarakat sebagai ritual pembersihan diri menjelang bulan suci, serta bentuk bakti kepada anggota keluarga yang telah meninggal dengan memanjatkan doa dan membersihkan makam.
10. Megengan, Jawa Timur
Megengan memiliki arti menahan. Tradisi ini dilakukan dengan mengadakan selamatan di masjid maupun mushola, yang dihadiri oleh warga di sekitarnya. Dalam Megengan, seorang ustadz akan memimpin doa untuk memohon keselamatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Warga yang hadir akan membawa nasi (sego berkat), yang berisi sayur, lauk pauk, dan kue khas Jawa Timur.
Setelah pembacaan doa, warga yang hadir dapat mengambil sego berkat milik siapa saja dan menyantapnya. Tradisi ini dipercaya membawa nilai-nilai kebaikan seperti membawa rezeki, menanamkan sifat ikhlas, dan memupuk kebersamaan antar sesama umat Muslim.