JAKARTA - Pengamat Internasional Universitas Paramadina Dr. Ahmad Khoirul Umam menilai, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bisa saja terjadi di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi bila isu identitas tiba-tiba muncul dan menguat.
Ahmad mengatakan, identitas terdiri dari beberapa unsur yang menyangkut harkat diri manusia. Budaya, agama serta ras merupakan bagian dari identitas tersebut.
"Dalam teori internasional bahwa identitas itu bentuknya bisa isu kebudayaan, isu ras, isu agama, isu sejarah dan banyak lagi," ujar Ahmad dalam Webinar Partai Perindo, Jumat (18/3/2022).
Menurut Ahmad, Indonesia merupakan negara dengan berbagai identitas. Konflik bisa terjadi kika tidak bisa menjaga keseimbangan identitas tersebut.
Baca juga: Catat! Ini Pelajaran yang Didapat Indonesia dari Invasi Rusia ke Ukraina
"Ketika semua itu sudah ada dan tidak dijaga dengan baik itu akan menimbulkan konflik," jelasnya.
Hal itulah yang ditunjukkan Rusia dan Ukraina. Keduanya berdiri dalam satu latar belakang identitas yang sama, namun terpecah belah oleh panasnya identitas politik.
"Rusia dan Ukraina memiliki garis identitas yang sama dan jika ini tidak di-backup dengan diplomasi yang memadai, maka hal itu akan memunculkan ekonomi politik yang menyinggung kepada identitas," tutur Ahmad.
Ahmad menilai, Indonesia yang memiliki jenis latar belakang yang berbeda serta kaya akan budaya, harus terus menjaga keseimbangan identitas di masyarakat. Terutama, harus terus menjunjung Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
Webinar yang menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Ketua DPP Partai Perindo Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, pengamat internasional Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam dan mahasiswa Reza Alfian. Webinar diikuti lebih dari 1.000 peserta mulai dari pengurus, kader dan anggota DPRD dari Partai Perindo, simpatisan dan masyarakat umum.
(Qur'anul Hidayat)