JAKARTA - Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan akan terjadi kenaikan suhu jika pemerintah tidak melakukan mitigasi terkait pemanasan global dan gas rumah kaca.
Gas rumah kaca tersebut pada umumnya disebabkan gas CO2 (karbon dioksida) dari kendaraan bermotor dan industri. Bila terus dibiarkan maka kenaikan suhu di seluruh pulau utama di Indonesia mencapai 4 derajat celcius pada tahun 2100.
Baca Juga: Suhu Jakarta Naik 1,5 Derajat Celcius, Kepala BMKG: Harusnya Terjadi 2030!
Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (21/3/2022).
"Yang paling mencemaskan dari analisis BMKG, terjadi kenaikan suhu hingga tahun 2100 di seluruh provinsi pulau utama di Indonesia apabila tidak dilakukan mitigasi iklim," ujar Dwikorita Karnawati.
Ia menyebutkan, dibandingkan jaman pra industri pada 1850, ada peningkatan suhu udara 4 derajat Celcius saat ini. Artinya, ada peningkatan empat kali lipat sudah terjadi saat ini.
"Hal ini menyebabkan cuaca ekstrim semakin sering, intensitas meningkat, dan durasi semakin panjang. Apalagi, kalau suhu tersebut meningkat empat kali lipat di tahun 2100," ujar Dwikorita.
Ia memberi contoh Puncak Jaya Wijaya yang pada 2020 memiliki ketebalan es 31,49 meter, maka pada 2025 diprediksi es sudah punah tidak ada lagi di puncak Jaya Wijaya.
Baca Juga: Curah Hujan di Indonesia Meningkat 70 Persen, Kepala BMKG Ungkap Penyebabnya