Rusia Invasi Ukraina, Inggris Bekukan Pendanaan Mesin Perang Putin

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 23 Maret 2022 23:43 WIB
Kota Mariupol, Ukraina (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Lesta, Owen Jenkins mengatakan, bahwa pihaknya sedang bekerja untuk menyetop pendanaan mesin perang Rusia yang dipimpin Vladimir Putin. Pihaknya menilai, Rusia telah melakukan pelanggaran hukum internasional.

"Kami telah membekukan aset bank Rusia senilai £300 miliar – lebih banyak dari negara lain mana pun. Bank Rusia dengan aset global sebesar £348 miliar serta Bank Sentral di Moskow diputuskan dan menghapus bank-bank penting Rusia dari SWIFT," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (23/3/2022).

Baca Juga:  Mengejutkan! Putin Dikabarkan Akan ke Bali di Tengah Perang Rusia Ukraina

Kemudian, Lebih dari 3 juta perusahaan Rusia, termasuk Gazprom, dilarang mengumpulkan uang di pasar modal Inggris – sehingga negara Rusia tidak dapat mengumpulkan dana di Inggris. Selain itu, pihaknya mengubah undang-undang di Inggris untuk memungkinkan pihaknya mengambil tindakan lebih keras terhadap oligarki dan pihak lain di sekitar Putin.

"Melalui ini, kami sekarang telah memberikan sanksi kepada lebih dari 1000 individu, entitas, dan anak perusahaan sejak invasi Putin ke Ukraina. Putin sendiri telah mengakui "masalah dan kesulitan" yang disebabkan oleh sanksi-sanksi ini," ujarnya.

Ditambahkan Owen, dilakukan tambahan tarif impor sebesar 35% atas sejumlah barang dari Rusia/Belarus dan pemberlakuan larangan ekspor barang mewah kelas atas ke Rusia. Pesawat Rusia juga tidak dapat beroperasi di wilayah udara Inggris, kapal Rusia tidak dapat beroperasi di perairan Inggris.

Owen mengungkapkan alasan mengambil tindakan tersebut, yakni pihaknya bersikap tangguh bukan karena menginginkan konflik, tetapi karena ingin mencegah konflik dan konfrontasi. Pihaknya menjadi tangguh, untuk mendapatkan kedamaian, untuk kembali ke dunia yang damai dan stabil.

"Kami ingin Putin menghentikan perangnya. Kami harus melangkah lebih jauh dengan sanksi untuk memperketat cengkeraman ini. Kami menginginkan situasi di mana mereka tidak dapat mengakses dana mereka, mereka tidak dapat menyelesaikan pembayaran mereka, perdagangan mereka tidak dapat mengalir, kapal mereka tidak dapat berlabuh dan pesawat mereka tidak dapat mendarat," katanya.

Baca Juga: Perang Semakin Sengit, Pembicaraan Ukraina Rusia Apa yang Dibahas?

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya