Bantu‐membantu. Sarinah adalah bagian dari rumah tangga. Tidak kawin. Bagi keluarga Bung Karno dia seorang anggota keluarga kami. "Dia tidur dengan kami, tinggal dengan kami, memakan apa yang kami makan, akan tetapi ia tidak mendapat gaji sepeser pun," jelas dia.
Sarinah adalah nama yang biasa. Akan tetapi Sarinah yang ini bukanlah wanita yang biasa. Ia adalah satu kekuasaan yang paling besar dalam hidup Soekarno.
"Di masa mudaku aku tidur dengan dia. Maksudku bukan sebagai suami‐isteri. Kami berdua tidur di tempat tidur yang kecil. Ketika aku sudah mulai besar, Sarinah sudah tidak ada lagi," jelas dia.
(Arief Setyadi )