JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melaporkan hingga 31 Maret 2022, total hunian tetap pasca kejadian erupsi atau awan panas guguran (APG) Gunung Semeru telah mencapai 48%.
“Kita dapatkan 31 Maret 2022 dimana hunian tetap yang menjadi target dari pemerintah termasuk juga oleh Presiden, ini sudah dalam proses sebanyak 1.427 unit. Dimana sudah ada 100 unit yang sudah lengkap, komplit selesai siap dihuni. Total progres dari hunian tetap ini sudah mencapai 48 persen,” kata Aam saat Konferensi Pers secara virtual, Jumat (1/4/2022).
BACA JUGA:Sebelum Lebaran, Penyintas Erupsi Semeru Bisa Tinggal di Huntap dan Huntara
Sehingga, kata Aam, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan target tahap pertama ada sekitar 300 sampai 428 penduduk yang diharapkan bisa pindah dari tempat pengungsian saat ini yang masih terdistribusi di beberapa tempat ke hunian tetap ini sebelum nanti hari Lebaran Idul Fitri tahun ini.
Aam mengatakan, meskipun pembangunan infrastruktur masih berjalan, tetapi untuk listrik dan ketersediaan air bersih juga sudah siap.
BACA JUGA:Gunung Semeru Berstatus Siaga, BPBD: Masyarakat Harus Tetap Waspada
“PLN menyampaikan bahwa instalasi listrik di daerah relokasi ini sudah selesai tinggal pendaftaran calon pelanggan nantinya,” katanya.
Selain itu, Aam menegaskan, bahwa pembangunan perumahan pasca bencana APG gunung Semeru ini terus dipantau.
“Kita kawal baik itu pemerintah maupun pemerintah daerah TNI Polri sehingga progresnya bisa kita lihat dan saksikan bersama secara signifikan,” tuturnya.
Saat ini, bangunan huntap yang sudah selesai dan pembangunan jalan serta infrastruktur yang akan mendukung fungsi dan utilitas dari kawasan lokasi ini nantinya juga bertahap sedang disiapkan dan sedang dikejar.
“Sehingga benar-benar nanti pada saat ini masyarakat mulai masuk untuk menghuni hunian tetap ini segala sesuatunya berkaitan dengan penopang hidup infrastruktur sudah selesai juga disiapkan,” papar Aam.
(Awaludin)