Menurutnya, tradisi ini intinya menyambut datangnya bulan Ramadan. "Dari zaman Sunan Gunung Jati, sebagai umat muslim harus menyambut bulan yang penuh berkah di antara bulan yang lainnya," ucap Patih.
"Ketukan bedug ini juga berirama, ada artinya, iramanya irama sholawat atau dzikir," sambungnya.
Ia menjelaskan, penghulu Keraton Kasepuhan yang melakukan memukul bedug, kemudian dilanjut keluarga keraton.
"Untuk tradisi selama bulan Ramadan di Keraton Kasepuhan itu biasanya ada tadarusan (mengaji bersama) pelaksanaannya setelah Sholat Tarawih," terangnya.
Baca Juga: 46 Negara Ini Putuskan 1 Ramadan Jatuh pada 2 April, dari Arab Saudi hingga Australia