Yumi sapaan akrabnya mengaku harus menaiki harga dagangan gorengannya. Harga gorengan per buahnya ditaksir Rp 1.500.
“Naik juga sama, kan nyari minyak (goreng) aja kan susah,” tutur dia.
Pedagang lainnya, Nur (43) mengaku lapaknya dibuka hanya untuk berjualan di tengah bulan suci ramadan. Dirinya berharap dapat meraup keuntungan dari hasil dagangannya, sebab, semenjak pandemi Covid-19 melanda, omset penjualannya harus turun.
“Omset turun 50 persen gara-gara Covid-19, pedagangnya ada tapi pembelinya agak turun mungkin karena banyak pengangguran,” ungkap dia.
“Insya Allah ramai tahun ini. Kalau diliat sekarang masih biasa aja, belum kelihatan masih hari pertama,” sambungnya.
(Awaludin)