Saat mereka berjalan beriringan, ketiganya dibuntuti oleh dua sepeda motor. Dari kaca spion mereka menyaksikan ada sepeda motor yang membututi mereka, mereka langsung berusaha kabur untuk menyelamatkan diri.
Dua sepeda motor siswanya tersebut berpisah. Saat korban sampai di Jalan Gedongkuning, korban mendapat sabetan benda tajam semacam gir dan mengenai kepala. DAA yang membonceng terkena sabetan dan oleh DP langsung dibawa ke Rumah Sakit Hardjolukito.
"DP kemudian berkomunikasi dengan orangtua korban dan orangtua korban menghubungi pihak sekolah. Saat itu juga pihak sekolah langsung meluncur ke rumah sakit untuk melakukan pendampingan," paparnya.
Korban Anggota IPM dan Orangnya Pendiam
Slamet menuturkan DAA memang siswa yang aktif dan normatif. DAA adalah anggota Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) bidang seni. Dia tergolong siswa yang biasa dalam hal prestasi akademik.
Dua temannya yaitu DP dan seorang siswa lagi memang berasal dari luar DIY. Mereka bertiga indekos di belakang Makam Pahlawan Kusumanegara. DP berasal dari Lampung dan seorang lagi berasal dari Luar DIY.
"DP saat itu paginya langsung pulang kampung karena sudah membeli tiket. Kebetulan bapaknya sakit," ujar dia .
(Arief Setyadi )