JAKARTA - Warga Rusunami City Garden, Cengkareng, Jakarta Barat mengaku hidup 12 tahun di rusunami tanpa mendapatkan air bersih.
Oleh karena itu, mereka yang tergabung Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rusunami City Garden (P3CG) mengadukan masalah krisis air bersih ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan harapan segera mendapatkan tindak lanjut.
Salah satu penghuni Rusunami City Garden, Rita mengatakan, kasus tersebut terjadi pada 2008, dimana PT Reka Rumanda Agung Abadi (PT RRAA) yang memasarkan Rumah Susun Sederhana Milik City Garden, dan menjanjikan fasilitas sumber air bersih PDAM.
"Tapi sampai saat ini air PDAM sama sekali tidak ada, sehingga ketersediaan air bersih pun menjadi sumber masalah di Rusunami City Garden," kata Rita dalam keterangannya, Senin (4/4/2022).
Lalu, sambung Rita, alih-alih menyediakan air bersih PDAM sesuai yang dijanjikan, PT Surya Citra Perdana (PT SCP), selaku pengelola yang ditunjuk oleh PT RRAA, menggunakan air WTP (Water Treatment Pump) yang kualitasnya sangat buruk, dan tidak layak pakai karena sangat bau, kotor, berlumpur dan banyak cacing.
"Kami akhirnya pada Oktober 2021, melaporkan WTP di aplikasi JAKI (Jakarta Kini), dan dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta datang inspeksi mendadak dan langsung menyegel WTP beserta 3 (tiga) sumur bor air tanah yang semuanya illegal," tutur Rita.
Dampak dari penyegelan tersebut, sambung Rita, penghuni Rusunami City Garden sampai sekarang, warga terpaksa swadaya menggunakan air mobil tanki dengan biaya kurang lebih Rp300 ribu perbulan tiap unitnya, dan menggunakan sistem buka tutup di pagi dan malam hari.