Cerita Warga Rusun di Cengkareng 12 Tahun Tanpa Air Bersih, Tiap Bulan Beli Rp300 Ribu

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Selasa 05 April 2022 21:31 WIB
Warga Rusun di Cengkareng membeli air bersih (Foto: Dok. DPRD DKI)
Share :

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth mengapresiasi langkah PAM Jaya yang sudah membantu warga Rusunami City Garden untuk mendapatkan air bersih.

"Saya mengapresiasi kepada PAM Jaya yang sudah mau membantu warga rusunami city garden untuk mendapatkan air bersih," kata Kenneth.

Namun, sambung pria yang akrab disapa Kent itu, pengiriman beberapa tangki air bersih untuk warga Rusunami City Garden bukanlah solusi yang tepat, karena sifatnya hanya sementara.

"Kalau bentuknya seperti ini (pengiriman tangki air bersih) bukan solusi, itu sifatnya hanya sementara, seharusnya segera dibangun infrastruktur air bersih untuk warga agar bisa melayani penghuni Rusunami City Garden," ketus Kent.

Oleh karena itu, Kent meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk segera menginstruksikan PAM Jaya untuk segera membangun infrastruktur air bersih untuk lingkungan Rusunami City Garden, agar para penghuni bisa berkecukupan air dalam kebutuhan sehari-hari.

"Pak Anies harus hadir dalam urusan ini dan harus bisa memberikan solusi untuk warga City Garden, ini menyangkut kebutuhan pokok yakni air bersih. Penghuni rusun hanya bisa berharap pada pelayanan air pipa PAM Jaya yang tidak kunjung dipasang hingga saat ini, dan untuk keperluan sehari-hari, penghuni mau tidak mau harus membeli air galon, dan setiap bulan harus membayar paling sedikit Rp300 ribu, biaya itu lebih mahal dari pada berlangganan air dari PAM Jaya, PAM Jaya harus berani mengambil sikap yang arif terkait permasalahan ini. Saya rasa enggak perlu lah saya ngajar bebek untuk berenang," ketus Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Selain itu, Kent pun menyikapi proyek Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta soal air perpipaan yang dinilai salah satu solusi mengurangi penggunaan air tanah di Ibu Kota, dengan membangun banyak stasioner instalasi pengendalian air (IPA).

"Proyek perpipaan hanya bentuk omong kosong sajalah menurut saya, tapi tidak ada kejelasan hingga saat ini. Katanya IPA dibangun di waduk Sunter dan Tomang, tapi nyatanya saat ini masih banyak warga Jakarta belum mendapatkan air bersih secara adil dan merata," ketus Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Menurut Kent, Pemprov DKI Jakarta harus bisa mencontoh kasus krisis air bersih yang sudah dilewati oleh warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kini mereka sudah tidak perlu pusing untuk mendapatkan air bersih setelah adanya bantuan pembangunan tower air bersih yang berasal dari Embung Kedungsambi yang jaraknya kurang lebih 1,5 km.

"Kasus di Blora Jateng, mereka terbukti berhasil mendapatkan air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga, jadi mereka sudah perlu tidak risau lagi dalam mendapatkan air bersih. Perbaikan harus dilakukan secara bersama-sama dan kolektif. Kita harus benahi bersama-sama mulai dari masyarakat hingga pembuat kebijakan, pemerintah dalam hal ini Pemda DKI harus bisa melakukan berani melakukan terobosan terkait teknologi pengembangan air bersih ini, di balik APBD-nya yang super fantastis, harus di imbangi dengan pelayanan ke masyarakat yang merata dan berkeadilan, jangan hanya fokus ke Formula E melulu, " pungkas Kent.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya