“Yang perlu menjadi perhatian sebagian dari gempa gempa tersebut dapat berkaitan dengan megathrust ataupun dengan gempa dasar laut, sehingga potensi tsunami memang masih dimungkinkan,” ungkapnya.
Dwikorita menuturkan, meskipun tidak memprediksi kapan terjadi, semuanya tidak bisa diprediksi, dan hanya bisa bersiap-siap. Dan untuk kesiapan tersebut, satu-satunya bandara yang saat ini paling siap untuk menghadapi tsunami dengan segala fasilitasnya adalah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Sementara bandara lain masih perlu penyempurnaan, khususnya untuk jalur evakuasi.
“Dan tempat evakuasi seperti di Ngurah Rai ini jalur jalur evakuasi sudah mulai diatur dan tempat evakuasinya sudah mulai disiapkan, tapi bandara yang lain perlu lebih diperhatikan dan juga beberapa Pelabuhan,” tambahnya.
(Khafid Mardiyansyah)