BEKASI - Puluhan relawan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas membantu penanganan Covid-19 di Kota Bekasi mengaku belum dibayar insentifnya. Mereka belum menerima pembayaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada masa kontrak Januari-Februari 2022 dengan insentif per bulan senilai Rp3,9 juta.
Secara total ada 48 relawan untuk membantu penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. Relawan ini mengaku direkrut sejak Covid-19 mengganas. Hingga Desember, mereka mengaku pembayaran honor lancar.
Pada akhir Desember, relawan-relawan ini mengaku dijanjikan diangkat menjadi tenaga kontrak kerja (TKK). Namun, karena Covid-19 melandai tenaganya digunakan untuk petugas vaksinator. Mereka kembali menandatangi kontrak selama dua bulan yakni Januari dan Februari 2022, dari sinilah pembayaran insentif mulai menunggak.
“(honor) Bulan Januari dan Februari 2022 belum dibayarkan sampai sekarang. Sedangkan, kontraknya sudah habis sejak Februari,” kata relawan tersebut.
“Kami sudah tidak bekerja, haknya kami dong untuk menuntut. Kami sudah melaksanakan tugas dengan baik,” tuturnya.
Pemkot Bekasi total belum membayarkan sejumlah Rp379 juta untuk relawan-relawan tersebut. Mereka bahkan mengaku sempat menggeruduk kantor Dinkes Kota Bekasi, tapi upayanya juga berakhir sia-sia.
“Kurang lebih belum terbayarkan Rp7,8 juta untuk satu orang, kan itu dua bulan. Beberapa hari lalu sebagian relawan pernah ke Dinkes juga tidak ada kejelasan,” tuturnya.