Lain lagi di Pulau Bali, mereka percaya bahwa Bung Karno adalah penjelmaan kembali Dewa Wishnu, Dewa Hujan dalam agama Hindu. Karena, bila Bung Karno datang ke tempat istirahat, sekalipun di tengah musim kemarau, kedatangannya bagi mereka berarti hujan.
Orang Bali yakin, bahwa Bung Karno membawa pangestu kepada mereka. Saat terakhir Bung Karno terbang ke Bali, di sana sedang berlangsung musim kering. Tepat setelah sampai di sana, langit terjurah.
Namun, Bung Karno menyatakan, bahwa dirinya memanjatkan do'a syukur kehadirat Yang Maha Pengasih manakala turun hujan selama dirinya berada di Tampaksiring. Karena, kalau tidak terjadi, sedikit banyak akan mengurangi pengaruhnya.
Kisah ini dilansir dari Buku Penyambung Lidah Rakyat, karya Cindy Adams
(Arief Setyadi )