RA Kartini Pernah Dapat Beasiswa di Belanda tapi Dibatalkan, Akhirnya Diberikan untuk Agus Salim

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 16 April 2022 03:30 WIB
RA Kartini (Foto: Wikipedia)
Share :

Kartini melanjutkan jalan hidupnya dengan mengajar murid-muridnya di Sekolah Pertama Gadis-gadis Priyayi Bumi Putera telah dibina di Serambi belakang Pendopo Kabupaten Jepara. Hingga akhirnya datanglah seorang tamu utusan membawa surat lamaran dari Bupati Rembang Adipati Djoyohadiningrat. 

Pada 12 November 1903, Kartini pun melangsungkan pernikahan di usia 24 tahun. Kemudian, Kartini diboyong ke Rembang. Pada 13 September 1904, Kartini melahirkan seorang bayi laki-laki yg diberi nama Singgih atau RM Soesalit.

Namun, keadaan Kartini setelah melahirkan putera pertamanya itu semakin memburuk, meskipun sudah dilakukan perawatan khusus. Kartini pun menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 25 tahun pada 17 September 1904.

RA Kartini merupakan pahlawan nasional yang lahir di Mayong pada hari Senin Pahing, tanggal 21 April 1879 sebagai anak ke-4 dari 8 bersaudara. Kini, setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.

Sang ayah merupakan Wedono Mayong bernama RMAA Sosroningrat dan ibunya bernama MA Ngasirah (Garwo Ampil). Nama RA Kartini baru diberikan bertepatan dengan upacara pupak pusar (saat tali pusar putus).

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya