JAKARTA - Setelah mendengarkan penjelasan mengenai strategi Kertanegara dalam menghadapi Mongol, seperti bersekutu dengan Kerajaan Champa, menjadikan Malayu sebagai sekutu, mencegah Mongol menguasai dua pelabuhan terbaik di wilayah tersebut, serta mencari dan memanfaatkan rahasia kekuatan gaib yang suci yang digunakan Kublai Khan untuk membuat bala tentaranya yang ganas itu menjadi tak terkalahkan, ada sejumlah pihak yang berpendapat bahwa upaya tersebut akan sia-sia.
BACA JUGA: Prabu Kertanegara Hadapi Kubilai Khan dengan Bersekutu Bersama Kerajaan Champa
Sejumlah pihak tersebut berpendapat bahwa sia-sia saja upaya mereka melawan Mongol, mengingat Mongol merupakan musuh yang tangguh. Meskipun begitu, Kertanegara melihat secercah harapan dari apa yang pernah terjadi ketika Mongol menyerbu kerajaan pulau lainnya, Jepang, pada 1281.
Ketika Mongol menyerbu kerajaan pulau lainnya, Jepang, pada tahun 1281, raja Jepang gagal mengusir utusan Khan dengan terhormat. Akhirnya raja Jepang pun melangkah lebih jauh dari Kertanegara dan membantai dua utusan Mongol terakhir sebagai bentuk perlawanan.
BACA JUGA: 3 Fokus Raja Singasari Prabu Kertanegara, Salah Satunya Serbuan Mongol
Khan yang mengetahui hal tersebut murka, kemudian mengirim armada tempur terbesarnya. Namun, armada itu ditaklukkan oleh badai raksasa, yang dipercayai orang Jepang sebagai Angin Suci yang datang dari Kahyangan.
Mendengar cerita tersebut, Kertanegara yakin jika masih ada harapan. Kekalahan Mongol tersebut membuktikan tiga hal, yaitu:
1. Kekuatan mereka di laut tidak sebesar di darat
2. Khan mungkin bertindak bodoh ketika murka
3. Pasti ada cara-cara rahasia untuk meminta bantuan Kahyangan.
(Rahman Asmardika)