Terancam Hukuman Mati, Kolonel Priyanto Dituntut Kasus Pembunuhan Sejoli Nagreg Hari Ini

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Kamis 21 April 2022 09:08 WIB
Kolonel Priyanto Foto: MNC Portal
Share :

JAKARTA - Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap sejoli Handi Saputra dan Salsabila yang terjadi di Nagreg, Jawa Barat dengan terdakwa Kolonel Inf Priyanto.

 (Baca juga: Kolonel Priyanto Buang Korban ke Sungai karena Hubungan Emosional ke Kopda Andreas)

"Rencana sesuai jadwal (tuntutan) ." kata Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy ketika dikonfirmasi, Kamis (21/4/2022).

Sementara, tuntutan yang akan dibacakan oleh tim oditur militer akan mengacu pada fakta-fakta persidangan yang beberapa kali telah digelar. Hal ini mulai dari pembacaan dakwaan hingga pemeriksaan saksi-saksi.

Mengacu pada fakta persidangan, Oditur Militer mendakwa Priyanto dengan dakwaan gabungan. Priyanto didakwa dengan Pasal Primer 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana jo Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang Penyertaan Pidana, Subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Kemudian, Subsider pertama pasal 328 KUHP tentang Penculikan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Kemudian, Subsider kedua Pasal 333 KUHP tentang Kemerdekaan Orang jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Dan, Subsider ketiga Pasal 181 KUHP tentang Mengubur, Menyembunyikan, Membawa Lari atau Menghilangkan Mayat dengan Maksud Menyembunyikan kematian jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Berdasarkan dakwaan primernya, Kolonel Priyanto terancam hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup atau selama rentan waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara.

Untuk diketahui, Kolonel inf Priyanto merupakan terdakwa atas kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Handi dan Salsabila di kawasan Nagreg, Jawa Barat pada 8 Desember 2021 silam.

Kasus bermula ketika Kolonel Priyanto bersama dua bawahannya yakni Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko menabrak dua sejoli tersebut menggunakan Mobil Panther Isuzu.

Alih-alih membawa korban ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan, Priyanto justru berencana menghilangkan jejak korban dengan membuang korban di Sungai Serayu. Belakangan diketahui Salsa dibuang ke sungai dalam kondisi meninggal dunia, sementara Handi sendiri masih dalam kondisi bernapas.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya