Ketika Sultan Muda Yogya Dimusuhi Pangeran Diponegoro Gegara Berlagak Jadi Orang Eropa

Avirista Midaada, Jurnalis
Kamis 28 April 2022 14:47 WIB
Pangeran Diponegoro (Foto : Istimewa)
Share :

SULTAN Hamengku Buwono IV selain belajar dari Pangeran Diponegoro, juga menuntut ilmu dari guru bahasa khusus. Guru bahasa ini mengajarkan bahasa Melayu kepada raja muda yang baru saja berkuasa di Keraton Yogya.

Tapi sosok Sultan Hamengku Buwono IV diceritakan bukanlah sosok yang pandai benar. Sembilan bulan setelah penunjukan guru bahasa Melayu bernama Letnan Abbas, ia belum bisa merangkai kata dengan baik.

Dikutip dari buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" tulisan Peter Carey, hal itu terlihat saat Raffles melakukan kunjungan singkatnya ke Keraton Yogya, pada pertengahan Januari 1816. Di mana saat itu memang Sultan Hamengku Buwono IV telah memerintahkan secara penuh.

Babad Keraton Yogya menyatakan, Sultan Hamengku Buwono IV lebih tertarik pada benda-benda seni, menunggang kuda, dan mendengarkan gamelan Jawa. Hal ini berbanding terbalik ketika sang sultan muda harus membaca literatur Jawa.

 Baca juga: Penggantian Hukum Islam Jawa Jadi Penyebab Pangeran Diponegoro Gaungkan Perang

Lagi pula, ia sangat gemar mengenakan seragam-seragam tentara Eropa, sehingga pejabat-pejabat senior keraton sangat kesulitan, untuk membujuknya untuk tidak mengenakan busana seragam mayor jenderal Belanda, dalam upacara-upacara keraton yang sangat sakral, yang disebut garebeg.

Beberapa waktu memerintah Keraton Yogya, Sultan Hamengku Buwono IV menikah. Ia menikahi putri tertua patih yang dibunuh Danurejo II, pada 13 Mei 1816. Pernikahan ini dirayakan besar - besaran dengan pertunjukan wayang tiga hari berturut-turut, yang menampilkan berbagai cerita dan jenis wayang.

Serial cerita lakon panji (wayang gedog), Menak (wayang jemblung), dan Damar Wulan (wayang krucil), dipentaskan. Tak ketinggalan tari topeng, Cina (jenggi) dan gambyong, turut dibawakan di akhir pertunjukan wayang, acara kemudian ditutup dengan pertunjukan kembang api Cina.

Mengenai sang mempelai perempuan raja muda itu yang bergelar Ratu Kencono, konon dikisahkan sebagai, perempuan yang cantik dan begitu menarik dipandang. Tapi kemudian ia menderita sakit jiwa, psikologinya terguncang berat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya