SUATU ketika, Soekarno menerima sebuah majalah Amerika yang memperlihatkan gadis striptis setengah telanjang. Si gadis hanya memakai celana dalam dan berdiri di samping Soekarno yang berpakaian militer lengkap.
Hal itu menggambarkan sebuah kombinasi supaya kelihatan seolah-olah satu foto dari seorang gadis penari telanjang membuka pakaiannya di hadapan Presiden Republik Indonesia. Ini merupakan perbuatan kotor yang dilakukan terhadap seorang kepala Negara.
“Apakah aku harus mencintai Amerika, kalau ia melakukan perbuatan seperti itu terhadap diriku? Aku memperbincangkan muslihat semacam ini dengan Presiden Kennedy yang sangat kuhormati. John F. Kennedy dan aku saling menyukai pergaulan kami satu sama lain,” ujar Bung Karno dalam Buku Penyambung Lidah Rakyat.
Kennedy sangat menggagumi Bung Karno dengan pemikirannya. Bahkan, tak jarang Kennedy mengutip bagian-bagian dari pidato Bung Karno. Kennedy merupakan sosok yang mempunyai cara mendekati seseorang melalui hati. Diakui Bung Karno, bahwa dirinya memiliki banyak kesamaan dengan Kennedy.
Di mata Bung Karno, Kennedy adalah sosok yang ramah dan menunjukkan sebuah persahabatan. Suatu waktu, Bung Karno diajak pernah diajak ke kamar tidurnya untuk berbincang.
“Tuan Kennedy, apakah Tuan tidak menyadari, bahwa sementara Tuan sendiri memadu hubungan persahabatan, seringkali Tuan dapat merusakkan hubungan dengan negara-negara lain dengan membiarkan ejekan, serangan makian dan mengizinkan kritik-kritik secara tetap terhadap pemimpin mereka dalam pers Tuan?”