JAKARTA - Ayah Sunan Giri, Syeikh Maulana Ishak dikhianati mertuanya sendiri setelah berhasil mengobati Dewi Sekardadu putri penguasa Blambangan. Padahal sebelumnya sang Raja Blambangan Prabu Menak Sembuyu sudah sepakat untuk memeluk Islam dan menikahkan putrinya dengan Syeikh Maulana Ishak.
Tetapi ternyata kebaikan dan masuknya Islam mertua Syeikh Maulana Ishak, ayah Sunan Giri hanyalah sandiwara belaka demi kesehatan putrinya yang menderita sakit parah. Sebagaimana dikutip dari buku "Sunan Giri" dari Umar Hasyim, sang raja ternyata pura pura masuk islam agar dirinya seolah-olah merealisasikan janjinya kepada Syeikh Maulana Ishak.
BACA JUGA:Menengok Cara Raja Mataram Taklukan Sunan Giri
Tetapi Raja Blambangan ini masih memegang teguh ajaran-ajaran Hindu. Tetapi sang raja tidak berani terang - terangan di hadapan Syeikh Maulana Ishak. Di sisi lain, sang raja kian murka melihat perkembangan agama islam di wilayah Blambangan yang begitu pesat.
Dari sanalah Prabu Menak Sembuyu mulai memiliki niat menghalang - halangi usaha Maulana Ishak menyebarkan agama Islam di Bumi Blambangan. Tetapi usaha itu tak berlangsung mulus, perkembangan Islam kian pesat dan diterima masyarakat Blambangan, Banyuwangi dan sekitarnya.
BACA JUGA:Kisah Pesantren Internasional Sunan Giri yang Ditaklukkan Sultan Agung
Maka sang Prabu Menak Sembuyu mulai menyusun skema membinasakan dan membunuh Syeikh Maulana Ishak. Tetapi Allah ternyata menyelamatkan Maulana Ishak dan bisa lolos dari penyerangan dan usaha pembunuhan yang keji.
Syeikh Maulana Ishak pun terpaksa meninggalkan Blambangan dan istrinya demi menyelamatkan diri. Ia meninggalkan sang istri Dewi Sekardadu, yang merupakan anak dari Prabu Menak Sembuyu, dalam keadaan hamil 7 bulan. Sang istri saat itu masih memegang teguh keyakinan suaminya memeluk agama islam.
Namun sebelum meninggalkan Dewi Sekardadu, Maulana Ishak terlebih dahulu berpesan ke istrinya agar menamai anaknya Raden Paku, jika sang anak lahir berjenis kelamin laki-laki. Tetapi jika anak itu lahir perempuan, maka penamaan diserahkan Maulana Ishak kepada istrinya Dewi Sekardadu.
Selanjutnya anak Maulana Ishak terlahir dengan jenis kelamin laki-laki dan diberi nama Raden Paku. Kelahiran Raden Paku tak sempat dilihat Maulana Ishak yang keburu kembali ke Pasai untuk mendirikan sebuah pondok pesantren baru di sana.
Syeikh Maulana Ishak pun terpaksa meninggalkan Blambangan dan istrinya demi menyelamatkan diri. Ia meninggalkan sang istri Dewi Sekardadu, yang merupakan anak dari Prabu Menak Sembuyu, dalam keadaan hamil 7 bulan. Sang istri saat itu masih memegang teguh keyakinan suaminya memeluk agama islam.
Namun sebelum meninggalkan Dewi Sekardadu, Maulana Ishak terlebih dahulu berpesan ke istrinya agar menamai anaknya Raden Paku, jika sang anak lahir berjenis kelamin laki-laki. Tetapi jika anak itu lahir perempuan, maka penamaan diserahkan Maulana Ishak kepada istrinya Dewi Sekardadu.
Selanjutnya anak Maulana Ishak terlahir dengan jenis kelamin laki-laki dan diberi nama Raden Paku. Kelahiran Raden Paku tak sempat dilihat Maulana Ishak yang keburu kembali ke Pasai untuk mendirikan sebuah pondok pesantren baru di sana.
(Awaludin)