Syeikh Maulana Ishak pun terpaksa meninggalkan Blambangan dan istrinya demi menyelamatkan diri. Ia meninggalkan sang istri Dewi Sekardadu, yang merupakan anak dari Prabu Menak Sembuyu, dalam keadaan hamil 7 bulan. Sang istri saat itu masih memegang teguh keyakinan suaminya memeluk agama islam.
Namun sebelum meninggalkan Dewi Sekardadu, Maulana Ishak terlebih dahulu berpesan ke istrinya agar menamai anaknya Raden Paku, jika sang anak lahir berjenis kelamin laki-laki. Tetapi jika anak itu lahir perempuan, maka penamaan diserahkan Maulana Ishak kepada istrinya Dewi Sekardadu.
Selanjutnya anak Maulana Ishak terlahir dengan jenis kelamin laki-laki dan diberi nama Raden Paku. Kelahiran Raden Paku tak sempat dilihat Maulana Ishak yang keburu kembali ke Pasai untuk mendirikan sebuah pondok pesantren baru di sana.
Syeikh Maulana Ishak pun terpaksa meninggalkan Blambangan dan istrinya demi menyelamatkan diri. Ia meninggalkan sang istri Dewi Sekardadu, yang merupakan anak dari Prabu Menak Sembuyu, dalam keadaan hamil 7 bulan. Sang istri saat itu masih memegang teguh keyakinan suaminya memeluk agama islam.
Namun sebelum meninggalkan Dewi Sekardadu, Maulana Ishak terlebih dahulu berpesan ke istrinya agar menamai anaknya Raden Paku, jika sang anak lahir berjenis kelamin laki-laki. Tetapi jika anak itu lahir perempuan, maka penamaan diserahkan Maulana Ishak kepada istrinya Dewi Sekardadu.
Selanjutnya anak Maulana Ishak terlahir dengan jenis kelamin laki-laki dan diberi nama Raden Paku. Kelahiran Raden Paku tak sempat dilihat Maulana Ishak yang keburu kembali ke Pasai untuk mendirikan sebuah pondok pesantren baru di sana.
(Awaludin)