PARIS - Satu-satunya penumpang yang selamat dalam kecelakaan pesawat pada 2009 yang menewaskan 152 orang, ikut menghadiri sidang pengadilan di Paris, yang dimulai pada Senin (9/5/2022) waktu setempat.
Melansir VoA Indonesia, Bahia Bakari, yang berusia 12 ketika kecelakaan itu terjadi, berpegangan pada puing-puing pesawat yang mengambang di Samudera Hindia, selama 11 jam, sebelum akhirnya diselamatkan. Ia menyebut hal itu sebagai “keajaiban.”
Bakari, yang kini berusia 25 tahun, baru-baru ini mengatakan pada stasiun televisi Prancis "France-3" bahwa ia akan menghadiri sidang pengadilan itu dengan “rasa takut” dan sekaligus “lega.”
Pengadilan ini dilangsungkan untuk “mengetahui kebenaran,” ujar Bakari, yang kehilangan ibunya dalam kecelakaan itu.
Perusahaan maskapai penerbangan Yemania didakwa dengan pasal “pembunuhan dan cedera yang tidak disengaja” dalam kasus itu. Yemania menolak bertanggung jawab.