4. Siklon Tropis Indonesia
BMKG menyebut, siklon tropis adalah fenomena berupa badai dengan kekuatan besar, dengan radius mencapai 150 hingga 200 km. Umumnya, siklon terbentuk di atas lautan dengan suhu permukaan air laut hangat. Suhu yang dimiliki rata-rata adalah 26,5 derajat Celsius. Angin kencang yang berputar memiliki kecepatan melebihi 63 km per jam.
Dalam penjelasannya, BMKG menginformasikan bahwa wilayah Indonesia sebenarnya tidak dilalui oleh lintasan siklon tropis. Sebab, posisinya berada di garis khatulistiwa. Namun kenyataannya, siklon tropis banyak juga terjadi di Indonesia dan mempengaruhi cuaca Tanah Air. Salah satunya adalah siklon Rosie yang ada di tahun 2008. Siklon ini terbentuk di bagian barat Banten. Ada pula siklon Kirrily yang ada di wilayah Kepulauan Aru.
5. Angin Muson
Satu lagi fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia adalah angin muson. Secara sederhana, angin ini dikenal pula sebagai angin pembalikan musim yang terjadi karena adanya perbedaan udara mencolok antara daratan dan samudera. Angin ini terbagi atas 2 jenis, yakni angin muson barat dan angin muson timur yang masing-masing memiliki dampak bagi Indonesia. Angin muson barat berefek mengakibatkan tanah longsor, gagal panen, dan menyulitkan nelayan saat melaut. Sementara itu, angin muson timur bisa meningkatkan peluang kebakaran hutan dan kesulitan mendapat air bersih.
(Rahman Asmardika)