Saat itu, usia Indonesia masih muda terjadi pemberontakan DI/TII maupun komunis. Faksi-faksi tegang dan saling tidak percaya.
“Kemudian diusulkanlah halal bihalal, semuanya dipertemukan. Esensinya menghilangkan kesulitan, mencairkan yang beku, dan melepaskan beban berat di pundak,” ucapnya.
Peringatan Harkitnas bertepatan dengan hari lahirnya Boedi Oetomo, di masa itu terdapat ancaman perpecahan antar golongan dan ideologi di tengah perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin kembali berkuasa.
Semangat Boedi Oetomo kemudian mendorong lahirnya berbagai organisasi yang turut berjuang di bidang politik diplomatis.
Baca juga: TGB Kunjungi Kediaman H Moh Amin, Istri Almarhum Menangis Haru
(Fakhrizal Fakhri )