Dinding musala tersebut berbahan bilik bambu, sedangkan atap dari genting.
Jika cuaca sedang tak bersahabat, air hujan acap masuk ke dalam bangunan.
Warga bukan tak ingin pusat ibadah tersebut direnovasi. Tak ada anggaran renovasi dan kondisi ekonomi warga yang prasejahtera menjadi kendala.
"Warga Kampung Timbang Hayu sangat ingin musala direnovasi dan diperbesar agar nyaman dan mampu menampung jemaah lebih banyak. Mereka juga ingin musala digunakan anak-anak mengaji. Karena masjid jaraknya sangat jauh dari kampung, jadi musala ini jadi pusat ibadah terdekat,” tambah Rizky.
Mewujudkan harapan warga, ACT Garut saat ini tengah berikhtiar membantu warga merenovasi musala.
Penggalangan kedermawanan tengah berlangsung. Semua masyarakat pun bisa ambil bagian dalam aksi ini.
(Natalia Bulan)