Datanglah dia ke ulama tradisional terkenal. Ia menerangkan maksudnya bahwa mempunyai Mercy ingin diberkahi.
“Mercy?” kiai itu terbengong-bengong.
“Apa itu Mercy?” tanya kiai itu lagi.
Karena dirasa tidak nyambung, pengusaha muda itu lalu datang ke kiai modern yang sedang ngetop.
“Pak kiai, saya punya Mercy baru ingin diberkahi,” kata pengusaha itu.
“Berkah?” kiai itu terbengong-bengong.
“Apa itu berkah?” lanjutnya bertanya.
(Awaludin)