Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zaini Hanafi menyampaikan, setelah pihaknya memberikan bimbingan teknis pada April 2022 lalu, usaha ecoprint di desa tersebut kini telah mandiri secara finansial.
Hal itu dibuktikan dengan pendapatan para anggota yang ikut serta mengerjakan produk ecoprint secara kolektif. "Jadi sudah berjalan hampir tiga bulan sudah menunjukkan hasilnya. Rata-rata untuk penambahan pendapatan sekarang antara Rp1,5 hingga 2 juta per anggota," katanya.
Untuk itu, ke depannya, Zaini berharap akan ada diversifikasi usaha baru yang bisa dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk menambah pendapatan. "Tujuan dari diversifikasi usaha nelayan ini adalah untuk mencari mata pencaharian alternatif di waktu musim panceklik (saat musim tidak melaut)," tuturnya.
(Angkasa Yudhistira)