Dijelaskannya, jika asap dari gas yang bocor tersebut mengandung PPM yang tinggi, beberapa hal yang dapat dirasakan pada tubuh yakni tekanan darah naik, tekanan jantungnya naik, sakit kepala dan gangguan pernapasan.
“Kalau gas CO2 alami kebocoran, APAR CO2-nya itu jelas tinggi. Sebagai perbandingan, di 'Dry Es' udara terbuka sekitar 11.000-13.000 PPM, kalau ruangan tertutup 20.000-30.000 PPM,” tandasnya.
Diketahui, perusahaan yang alami kebocoran gas tersebut merupakan distributor alat pemadam api ringan (APAR).
Di salah satu titik Jalan Gatot Subroto pun sempat alami kemacetan panjang selama 10 menit, lantaran asap tebal yang menutup jalan.
(Arief Setyadi )