PASURUAN - Plt Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, mengimbau para peternak untuk kooperatif melaksanakan vaksinasi hewan dan melaporkan ternak yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Kelompok Ternak Anjasmoro di Kabupaten Pasuruan, Rabu (6/7/2022). Di peternakan tersebut ditemukan 13 sapi sedang dalam proses penyembuhan dari PMK. Sementara 2 sapi lainnya tidak bisa diselamatkan.
Emil mengatakan, pihaknya memahami ketakutan para peternak. Mengingat masyarakat biasanya akan memberi label buruk perternakan bila ada hewan yang terkena PMK. Dengan begitu, nilai jual hewan akan merosot turun.
"Ini sebenarnya sama betul seperti saat kita menghadapi virus corona. Tapi, kami membutuhkan sinergitas peternak agar lebih kooperatif. Supaya mereka sedini mungkin menginformasikan kalau ada ternak terdampak. Jangan berpikir nanti malah rugi kalau lapor, takut sapinya dicap sebagai sapi sakit dan harganya makin murah. Enggak nolong juga," ujarnya.
Dia berharap peternak segera memvaksin hewan ternaknya. Jika sakit dan tidak sembuh, justru akan menyebar ke mana-mana.
"Tidak ada untungnya menyembunyikan situasi atau kondisi atau gejala dari sapi karena kalau dilaporkan, paramedis hewan pasti berusaha menyembuhkan dan membantu," ucap Emil.
Mantan Bupati Trenggalek itu turut menjelaskan, format bantuan dan penanganan PMK juga sedang digodok lebih lanjut oleh pemerintah pusat. Sampai format final keluar, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan berusaha semaksimal mungkin mengurangi masalah yang ada.
"Untuk saat ini, kami melalui Dinas Peternakan akan berkoordinasi dan melibatkan jejaring dunia usaha yang memperoleh susunya dari sini. Kalau semua pihak mau peduli, Insya Allah pemulihan ini akan baik," ucapnya.
Emil melaporkan, hingga saat ini, vaksinasi hewan di Jatim telah mencapai 67 persen dari total 364.000 dosis vaksinasi yang diberikan. Capaian ini termasuk cepat, sebab 2 hari lalu tingkat vaksinasi masih berada pada angka 51 persen.