JAKARTA - Pengungsi Somalia-Amerika dari Kenya, Halima Aden berhasil menjadi supermodel berjilbab pertama di dunia. Dia menceritakan bagaimana kisah susksesnya meraih cita-cita sebagai model, meskipun ia mengenakan hijab.
"Tidak satu perempuanpun dapat dipaksa mengenakan hijab dan tidak satu perempuanpun bisa dipaksa untuk menanggalkannya," katanya seperti dilansir dari BBC, Kamis (7/7/2022).
BACA JUGA:MNC Peduli Bersama Partai Perindo Salurkan Sapi ke Masjid Baitul Faidzin Cibinong
Halima, 22 tahun, menggebrak dunia fesyen ketika menjadi model berhijab pertama di majalah seperti Vogue dan Sports Illustrated, di samping juga muncul di panggung berbagai merek seperti Max Mara dan Yeezy.
"Saya merayakan pilihan memakai jilbab. Saya tidak pernah meminta siapapun untuk mendukung pandanganku atau berpakaian dengan cara yang sama," tambah Halima yang sekarang mendapatkan bayaran tinggi.
Halima memiliki tinggi 165 cm. Ini sesuatu yang tidak biasa bagi seorang model. Ditemani manajer dan pengawalnya, Halima dengan antusias bercakap-cakap dengan siapapun yang lewat dan disamping juga berselfie.
"Jangan mengubah diri Anda, tetapi ubah caranya," kata Halima. Dia berkeinginan untuk memberikan tempat bagi perempuan Muslim dunia sehingga pandangannya didengar orang lain.
Halima memberi optimisme baru bagi kalangan wanita, khususnya yang berhijab. Ia adalah kontestan berhijab pertama pada lomba kecantikan Miss Minnesota di AS.
Dia memang tidak menjuarai lomba itu, tetapi pada kompetisi tersebut dia menemukan burkini, pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh, sehingga memungkinkannya ikut dalam ronde pakaian renang.
Tidak lama kemudian dia menandatangani kontrak dengan salah satu agen model terbesar, IMG models.
Agamanya memang membuat Halima tidak dapat memperlihatkan bagian tubuhnya, kecuali wajah, tangan dan kaki. Semua hal ini tercantum dalam kontraknya.
Halima adalah pendukung kebebasan memilih terkait dengan pakaian yang dikenakan perempuan.