JAKARTA – Polri menggelar kegiatan doa bersama lintas agama ditengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76. Acara ini merupakan upaya ikhtiar batiniah untuk kebaikan Bangsa Indonesia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, doa bersama seluruh umat beragama di Indonesia ini menjadi pendukung dari setiap langkah dan upaya lahiriah demi membawa Indonesia menjadi lebih maju.
(Baca juga: HUT Ke-76 Bhayangkara, Mabes Polri Gelar Doa Lintas Agama untuk Indonesia Lebih Baik)
"Tentunya doa lintas agama, malam ini, menjadi sesuatu yang sangat penting. Karena memang, doa ini menjadi salah satu ikhtiar batiniah dari apa yang kita lakukan, selain upaya lahiriah yang selama ini mungkin sudah kita laksanakan bersama," kata Sigit di Lapangan Bhayangkara Polri, beberapa waktu lalu.
Sigit juga menambahkan, upaya ikhtiar batiniah dan lahiriah juga harus dilakukan guna menghadapi perkembangan situasi di dalam negeri. Pasalnya, Sigit menekankan, untuk terus menjaga rasa persatuan dan kesatuan, diperlukan Sinergisitas seluruh elemen masyarakat.
Sigit menegaskan, untuk menghadapi segala bentuk potensi ancaman, gangguan maupun permasalahan di Indonesia, akan dapat dicegah ataupun diselesaikan dengan seluruh elemen bergandengan tangan.
"Saat ini kita sedang menghadapi Pemilu, baik Pilpres, Pileg, dan Pilkada, dan juga meningkatnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Ini semua tentu butuh suatu suasana kebatinan untuk sama-sama kita bisa jaga agar seluruh elemen bangsa, tokoh lintas agama, seluruh umat anak bangsa di Indonesia, bersatu untuk hadapi situasi yang ada," tutup Sigit.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI Willem Wandik sepakat dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menggelar doa bersama.
“Saat ini di kalangan masyarakat menengah ke bawah, terbentuk sekat-sekat dan perpecahan yang masih belum hilang sampai sekarang.Menurut kami, salah satu yang menjadi biang atas polarisasi ini adalah adanya politik identitas dan politisasi SARA, serta maraknya ujaran kebencian dan hoaks," kata Wandik.
Anggota DPR RI dari dapil Papua ini mendukung pemerintah khususnya institusi kepolisian untuk dapat berperan aktif melakukan mitigasi, dengan membuat program-program yang inklusif dan melibatkan partisipasi masyarakat lintas agama.
"Kami mengapresiasi Kapolri dan jajarannya melakukan Doa Bersama, penampilan budaya dan kuliner nusantara, serta mengajak berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk memperingati Hari Bhayangkara bersama-sama," ujarnya.
Senada, Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat berpandangan bahwa institusi Kepolisian perlu melakukan langkah tegas kepada oknum dan kelompok intoleran yang ingin mengganggu dan memecah-belah masyarakat.
"Terbukti, kepolisian menindak tegas oknum dan ormas radikal yang mengganggu ketertiban masyarakat," tuturnya.
"Maka kami mendukung penuh Kapolri dan jajaran untuk kembali menguatkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, baik di dalam internal kepolisian maupun di wilayah eksternal," kata dia.
Dia juga mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-76, dia berharap Institusi Kepolisian semakin humanis, inklusif, dan mengayomi masyarakat Indonesia. “Untuk terwujudnya Polri Presisi untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh," tutup Sahat.
(Fahmi Firdaus )