Begitu acara selesai, panitia langsung sibuk membereskan peralatan. Mereka tak peduli dengan sang kiai dan santrinya yang lapar. Ya, mereka lupa. Mereka lupa pada sang Kiai dan santrinya yang kelaparan di sudut kamar kecil.
Mang Obay berkata "Kang, yuk kita makan semua uang kertas milik jenengan, atau kita masak kartu ATM ini, agar kenyang!"
Kiai Maman hanya tersenyum kecut. Oalah, ngarepin makanan yang ternyata tak ada.
(Awaludin)