Ketika Pelukis Basoeki Abdullah Menolak jika Disamakan dengan Raden Saleh

Solichan Arif, Jurnalis
Selasa 19 Juli 2022 16:35 WIB
Basuki Abdullah (Foto: Instagram)
Share :

Sebagai siswa baru, Basoeki diwajibkan beradaptasi. Selama setahun ia hanya menjadi siswa pasif, yakni hanya mendengarkan guru mengajarkan tekhnis melukis. Di awal-awal kuliah itu, Basoeki lebih banyak menggunakan waktunya untuk mengunjungi galeri dan museum yang bertebaran di Kota Belanda.

Bagi Basoeki, melihat adalah bagian dari belajar. Sementara menghayati adalah mengolah pelajaran dan merenung adalah upaya mengkristalisasi olahan pelajaran. Dalam kesempatannya menikmati isi galeri dan museum, karya-karya pelukis abad 17, seperti Gerrit Dou yang mengusung tema kedokteran, telah memikatnya.

Pelukis alam benda Frans Snyders dan Pieters Janzs Saenredam yang gemar menggambar kota-kota tua, juga tak luput dari perhatiannya. Namun hati Basoeki Abdullah lebih tertambat pada karya pelukis Anthony van Dyck (1599-1641). Lukisan-lukisan Anthony yang bertema manusia menjadi bagian penting dari acuan dunia kesenilukisannya.

Baca juga: Kisah Pelukis Sudjojono Bertengkar dengan Bung Karno Gegara Basuki Abdullah

“Menurut penuturannya, karya-karya pelukis inilah yang mendorongnya untuk menjadi pelukis potret,” kata Agus Dermawan T dalam Basoeki Abdullah Sang Hanoman Keloyongan.

Kehadiran Basoeki Abdullah menarik perhatian para mentornya di akademi. Hogeward dan Meyer, para guru utamanya di akademi memujinya. Mereka mengakui Basoeki Abdullah sebagai murid paling terampil saat itu.

Baca juga: Cerita Raden Saleh yang Tak Banyak Diketahui: Penyuplai Barang Antik Museum Eropa

“Setelah dulu Saleh Syarif Bustaman (Raden Saleh), kini Basoeki yang paling mengesankan,” puji Direktur Akademi Dr. Ir. Platinga. Basoeki Abdullah menyelesaikan belajarnya di Belanda pada Maret 1937 dalam waktu dua tahun dua bulan atau lebih cepat 10 bulan dari ketentuan tiga tahun.

Selama di negeri Belanda, ia mengalami masa-masa rindu akan tanah air. Di dalam sebuah kamar berukuran 16 meter, Basoeki menumpahkan kerinduannya. Hasilnya sebuah lukisan Pangeran Diponegoro yang digambarkan mengendarai kuda berlari kencang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya