Wiku pun mengungkapkan tren kenaikan dan penurunan kasus pada minggu pertama yaitu tanggal 5 Juli sampai dengan 11 Juli 2022, dibandingkan dengan Minggu ke-2 yaitu 12 Juli sampai 18 Juli 2022.
“Penambahan kasus sakit masih terjadi salah satunya di Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun terlihat di provinsi Nusa Tenggara Barat adanya penurunan kasus sakit hingga 9.130 kasus yang menunjukkan bahwa NTB berupaya keras menekan persebaran kasus,” katanya.
Di sisi lain, kata Wiku, meskipun dihadapi dengan penambahan jumlah kasus sakit, Jawa Timur melakukan penanganan dan pengobatan dan mencapai kesembuhan hingga 3.439 kasus. “Kemudian terdapat Nusa Tenggara Barat yang masih berupaya melakukan pengobatan bagi hewan ternak agar dapat meningkatkan angka kesembuhan.”
(Khafid Mardiyansyah)