"Puisi adalah insfrastruktur kebangsaan. Dan pada malam Diplomasi Puisi, saya pun membacakan puisi 'Aku Memanggilmu Tunis' karya Jamal D. Rahman yang di dalamnya mengisahkan persahabatan antara Sukarno dan Habib Bourgaiba sebagai basis hubungan bilateral Indonesia-Tunisia," kata Zuhairi.
Sementara itu, penyair Jamal D. Rahman membacakan puisi Abul Hasal al-Syadzili, puisi dalam buku al-Muqaddimah Ibnu Khaldun, Palestina, dan beberapa puisi karyanya.
"Saya senang bisa berjumpa para penyair asal Tunisia. Puisi dapat mendekatkan Indonesia dan Tunisia. Sebab itu, saya mendukung penuh diplomasi puisi sebagai jalan memperkokoh persahabatan di antara kedua negara," kata Jamal.
(Rahman Asmardika)