Cerita Warga Harus Rela Bayar Biaya Tambahan Akibat Gelombang Panas di Asia

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 23 Juli 2022 18:31 WIB
Warga harus merogoh kocek untuk biaya tambahan akibat gelombang panas di Asia (Foto: Reuters)
Share :

Permintaan untuk pekerjaan pertunjukan telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir dengan pertumbuhan e-commerce dan apa yang disebut "platformisasi" pekerjaan, dengan para pendukung mengatakan itu menawarkan kebebasan dan fleksibilitas yang lebih besar bagi kedua belah pihak. Pandemi semakin mendorong permintaan.

Tetapi para kritikus mengatakan itu mengeksploitasi pekerja yang memiliki sedikit pilihan lain. Hal itu juga melemahkan hak-hak buruh yang diperoleh dengan susah payah, dengan pekerja di negara-negara miskin sebagian besar diperlakukan sebagai buruh lepas.

Menurut Organisasi Buruh Internasional, tekanan panas terjadi pada suhu di atas 35 derajat Celcius dalam kelembaban tinggi. Adapun heat stroke bisa terjadi jika suhu tubuh naik di atas 40 derajat Celcius.

Di Uni Emirat Arab (UEA), di mana suhu musim panas dapat mencapai 45 derajat Celcius, pekerja pengiriman dibebaskan dari istirahat wajib dari 12.30 hingga 15.00, antara 15 Juni dan 15 September mendatang, untuk melindungi pekerja dari risiko paparan ke suhu tinggi.

Jikapun harus bekerja di rentang waktu itu, pengusaha harus menyediakan air minum dingin, kotak P3K, fasilitas pendingin dan tempat istirahat yang teduh.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya