JAKARTA - Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik meminta polisi untuk membuka akses seluas-luasnya terkait penyelidikan penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, beberapa waktu lalu.
"Kami minta transparansi dan akuntabilitas itu akan dipenuhi. Akuntabilitas disertai dengan aksesibilitas. Kapan saja kalau kami membutuhkan informasi sebagai Komnas ham kami meminta untuk akses seluas-luasnya," kata Ahmad saat ditemui wartawan di kantor Komnas HAM, Senin (25/07/2022).
Ahmad mengatakan bahwa tim forensik Polri yang hadir atas undangan Komnas HAM RI sangat koperatif dalam memberikan keterangan yang komprehensif terkait pemeriksaan jenazah brigadir J.
Baca juga: Ahok Bakal Laporkan Pengacara Brigadir J, Ini Penyebabnya
"Kami merasa keterangan (tim forensik polri) sangat komprehensif hasilnya akan kami olah, kroscek dan analisis," tuturnya.
"Sebagai pimpinan Komnas HAM, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim Polri. Ini menunjukkan bahwa tim mabes polri sangat tebruka untuk menjelaskan semua peristiwa ini," kata dia.
Baca juga: Jelang Autopsi Brigadir J, Polda Jambi Turunkan 1.200 Personel
Diketahui, Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.
Brigadir J merupakan sopir sang istri, Ferdy Sambo. Sedangkan, Bharada E merupakan ajudan dari Ferdy Sambo.
Sejauh ini, Polri telah melakukan prarekonstruksi di rumah dinas Kadiv Propam. Rekaman CCTV pun telah disita dan diperiksa di laboratorium forensik.
Baca juga: Hari Ini, Komnas HAM Minta Keterangan Tim Forensik Polri Terkait Autopsi Brigadir J
(Fakhrizal Fakhri )