Belanda Larang Sekolah Gunakan Google Chrome dan Chrome OS hingga 2023, Ini Alasannya

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 29 Juli 2022 11:40 WIB
Ilustrasi Google Chrome (Foto: BleepingComputer)
Share :

Tindakan ini termasuk menerapkan Kebijakan Grup tertentu dan menonaktifkan layanan seperti terjemahan situs web otomatis dan pemeriksaan ejaan yang dapat membocorkan data pengguna dari Eropa.

Selain itu, lokasi geografis untuk penyimpanan data layanan Google Cloud harus disetel ke Eropa, dan pengguna harus dibatasi agar tidak mengubah setelan.

Terakhir, personalisasi iklan harus disetel ke "nonaktif", penyematan YouTube harus digunakan dengan 'mode yang ditingkatkan privasi', dan mesin Google Penelusuran harus dihindari sama sekali.

Layanan Google telah menimbulkan banyak kekhawatiran di seluruh Eropa, tentang privasi data dan praktik pengumpulan data yang tidak jelas di baliknya.

Pada Januari 2022, otoritas perlindungan data Austria memutuskan bahwa penggunaan Google Analytics melanggar GDPR, karena pengumpulan data pengunjung situs web dilakukan dengan persetujuan khusus pengguna dan ditransfer ke luar Eropa.

Kantor perlindungan data Prancis (CNIL) mengikuti keputusan serupa pada Februari lalu, dan kemudian memperingatkan Google bahwa perubahan kecil tidak akan membalikkan keputusan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya