Kamarudin mengatakan, rekaman tersebut tidak hanya menunjukan bahwa Brigadir J akan dianiaya, melainkan diancam akan segera dibunuh.
BACA JUGA:Pengamat: Capres dari Kalangan Militer Ideal, Elektabilitas Prabowo Selalu Juara
"Ada rekaman elektronik kami dapat dari orang kepercayaannya, dia di sana nangis-nangis, dia dalam artian almarhum. Kenapa dia nangis karena dia diancam mau dibunuh," ujar Kamarudin saat dikonfirmasi MPI, Minggu (24/7/2022).
(Nanda Aria)