Artinya, kata Aam, pada Minggu pertama bulan Agustus dua kejadian yang saling bertentangan yakni hidrometeorologi basah seperti banjir dan hidrometeorologi kering seperti karhutla paling banyak terjadi.
Oleh karena itu, Aam meminta semua pihak untuk bisa bersiaga. “Artinya tentu saja dengan catatan kejadian ini kita harus benar-benar menyiapkan diri, pemerintah daerah harus menyiapkan terhadap dua kemungkinan ini,” bebernya.
“Karena ada kadang-kadang terjadi dalam satu provinsi di satu bagian itu hidrometeorologi basah sedangkan di bagian lain itu hidrometeorologi kering. Ini juga sering kita amati,” pungkasnya.
(Awaludin)