Netral Saat Gaza Dibom Israel, Pemerintah Maroko Dicap 'Pengkhianat' oleh Warganya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 10 Agustus 2022 13:36 WIB
Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita saat menerima kunjungan utusan Israel untuk Rabat, Maroko, Desember 2020. (Foto: Reuters)
Share :

Perjanjian normalisasi Maroko-Israel ditandatangani di bawah kepemimpinan mantan pemimpin Saadeddine El-Othmani, yang sejak itu menjauhkan diri dari kesepakatan itu. El-Othmani, yang kalah dalam pemilihan 8 September, mengatakan bahwa kesepakatan itu adalah "kesalahan".

Hubungan Israel-Maroko disegel menyusul kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) yang membuat Washington mengakui kedaulatan Rabat atas wilayah Sahara Barat.

Pada saat itu, banyak orang Maroko dengan getir menerima kesepakatan itu, termasuk Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD) yang pro-Palestina, melihatnya sebagai tugas patriotik yang dapat membantu mengakhiri konflik puluhan tahun di Sahara Barat, yang menguntungkan Maroko.

Namun, perjanjian kerja sama Maroko-Israel baru-baru ini tentang keamanan dan latihan militer membuat marah banyak warga Maroko yang memilih dua tahun lalu untuk bungkam.

"Mereka mengatakan mereka melakukan kesepakatan untuk mengamankan Sahara Maroko. Bagaimana bisa membantu Israel membunuh orang Palestina mendukung tujuan nasional kita?," kata Mustapha, warga negara berusia 40 tahun.

"Itu tidak masuk akal lagi. Mereka membohongi kita."

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya