JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo meluncurkan bukunya yang berjudul 'Indonesia Era Disrupsi' dan 'Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa' pada Rabu (10/8/2022) sore di The Kuningan Suites Hotel, Setiabudi, Jakarta Selatan. Kedua buku itu merupakan hasil kontemplasi analisis atas perkembangan yang dihadapi bangsa Indonesia.
"Kedua buku tersebut berisi kontemplasi analisis dan buah pikiran saya atas berbagai perkembangan yang dihadapi bangsa Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet itu Jakarta, Minggu (7/8/2022).
BACA JUGA:Ketua MPR RI Bamsoet Pastikan PPHN Bisa Dihadirkan Tanpa Amandemen UUD NRI 1945
Menurutnya, buku berjudul Indonesia Era Disrupsi itu merupakan buku ke 23 yang telah dibuatnya, sedangkan buku, berjudul Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa merupakan buku ke 24 yang ditulisnya. Keduanya buku itu sekaligus menjadi persembahan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-77 dan sebagai warisan pemikirannya untuk generasi muda bangsa Indonesia.
"Sekaligus sebagai warisan pemikiran dari saya untuk generasi muda bangsa. Sehingga bisa menambah khazanah ilmu pengetahuan serta menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa pada saat ini maupun nanti," tuturnya.
BACA JUGA:Gandeng KNPI, Bamsoet Sosialisasi Empat Pilar MPR ke Anak Muda Melalui Olahraga
Selain peluncuran kedua buku, ada pula bedah buku menghadirkan berbagai narasumber ternama. Narasumber bedah buku 'Indonesia Era Disrupsi" antara lain, Ketua Umum Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HImbara) Sunarso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar serta Pengamat Marketing Digital Edo Lavika.
Sementara narasumber bedah buku 'Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa' antara lain, Anggota DPD RI sekaligus pakar Hukum Tata Negara Prof. Jimly Asshiddiqie, Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto serta Rektor IPB University Prof. Arif Satria.
"Saya sangat menyadari buku yang saya luncurkan hari ini tentunya hanya menangkap sebagian dari begitu banyak aspek dan dimensi yang penting untuk kita pahami dan sikapi terkait dengan fenomena dan dampak di era disrupsi serta upaya mencegah radikalisme dan demoralisasi bangsa," kata pria yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
(Arief Setyadi )