sebagai isyarat menantang atau congkak.
Keempat, “Pegon”, pakaian serupa jas dengan desain khusus, yaitu hanya menutup sebagian punggung.
Pada bagian depan, dikancingkan penuh sampai atas sedangkan pada kancing terbawah, biasanya dibuka.
Kelima adalah “Slewoq” atau “kereng poto”,merupakan selembar kain yang diikat sedemikian rupa, pada bagian paling atas slewoq diikat di pinggang dan di gulung seperti sarung di perut bagian depan.
Ujungnya melancip dan dipasang terlipat bersusun seperti kipas. Sebagian besar kain ini tertutup “leang,” kecuali di bagian bawahnya. Motif ini ada yg menyebutnya
“Ragi Nganjeng, tapi ada yang berpendapat motif itu bernama “Sabuk Galuh” dan “Selulut”.
Berlanjut ke tahun 2020, diketahui Presiden Jokowi mengenakan Baju Adat Sabu dari NTT.
Pakaian itu terdiri dari topi, kain tenun menyilang di bagian dada dan digunakan untuk sarung yang dilengkapi dengan aksesoris berupa kaling dan sabuk yang juga berwarna emas.
Warna emas pada kain khas Pulau Sabu semakin tampak tegas lantaran dipadankan dengan kemeja hitam lengan panjang bagian dalam.
Suku Sabu memiliki pakaian adat yang berbeda untuk pria dan wanita. Pakaian adat untuk pria seperti yang dikenakan Jokowi biasanya dipakai oleh masyarakat dan ketua adat saat menghadiri acara adat, termasuk ritual pemakaman. Pada umumnya pakaian ini dipakai dengan dalaman kemeja putih lengan panjang. Kain tenun dan selendang diselempangkan menyilang pada bahu.
Pada bagian kepala, suku Sabu mengenakan ikat kepala berupa mahkota tiga tiang yang terbuat dari emas, dilengkapi dengan aksesoris berupa kalung multisalak, sabuk berkantong, perhiasan leher (habas) dan sepasang gelang emas.
Lalu di tahun 2021, terlihat Presiden Jokowi menggunakan Baju Adat Baduy dari Banten. Presiden mengenakan pakaian berupa atasan hitam atau baju kutung dan celana hitam, dengan lencana merah putih di dada sebelah kiri. Ia juga mengenakan telekung berwarna biru-hitam, sendal berwarna biru, serta tas rajut selempang berwarna cokelat.
Masyarakat suku Baduy biasa mengenakan telekung, yakni ikat kepala yang kadang disebut 'koncer' atau 'roma'. Ikat kepala tersebut merupakan hasil tenun masyarakat Baduy. Sedangkan Kutung adalah baju putih berlengan panjang tanpa kerah, yang juga disebut 'jamang sangsang'.
Sejarawan Asep Kambali mengatakan pakaian yang dipakai Jokowi di Sidang Tahunan MPR itu adalah baju adat suku Baduy Luar. Sebab, baju yang dipakai berwarna hitam dan dijahit rapi mengenakan kancing.
Ikat kepala atau 'Taluang' atau 'Lomar' yang dikenakan warga Baduy Luar terbuat dari bahan kain tenun yang berwarna biru.
Warna biru itu diartikan sebagai warna awal atau permulaan, karena orang Baduy percaya bahwa warna biru adalah warna yang keluar dari daun yang ada di pohon-pohon di sekitar mereka.