Di akhir tahun 2022 ini, kita harapkan bisa mencapai Rp440 triliun.Itu
hanya dari nikel. Selain penerimaan pajak, devisa
negara juga naik, sehingga kurs rupiah lebih stabil.
Sekarang ini, Indonesia telah menjadi produsen
kunci dalam rantai pasok baterai litium global. Produsen
mobil listrik dari Asia, Eropa, dan Amerika ikut
berinvestasi di Indonesia. Setelah nikel, Pemerintah juga
akan mendorong hilirisasi bauksit, hilirisasi tembaga,
dan timah.
Kita harus membangun ekosistem industri di
dalam negeri yang terintegrasi, yang akan mendukung
pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia.
Yang kedua, selain hilirisasi, optimalisasi sumber
energi bersih dan ekonomi hijau harus terus kita
tingkatkan. Persemaian dan rehabilitasi hutan tropis
dan hutan mangrove, serta rehabilitasi habitat laut, akan
terus dilakukan, dan akan menjadi potensi besar
penyerap karbon.
Energi bersih dari panas matahari, panas bumi,
angin, ombak laut, dan energi bio, akan menarik
industrialisasi penghasil produk-produk rendah emisi.
Kawasan industri hijau di Kalimantan Utara akan
menjadi Green Industrial Park terbesar di dunia. Saya
optimistis, kita akan menjadi penghasil produk hijau
yang kompetitif di perdagangan internasional.
Upaya tersebut bisa langsung disinergikan dengan
program peningkatan produksi pangan dan energi bio.
Pemanfaatan kekayaan hayati laut secara bijak, akan
menjadi kekuatan besar untuk produk pangan, farmasi,
dan energi. Demikian pula halnya dengan perkebunan
kita, antara lain kelapa sawit, yang telah terbukti menjadi
pemasok terbesar CPO dunia.
Untuk beras konsumsi, kita sudah tidak lagi impor
dalam tiga tahun terakhir. Pembangunan bendungandan
irigasi telah mendukung peningkatan produktivitas
nasional. Alhamdulillah, kita baru saja memperoleh
penghargaan dari International Rice Research Institute
karena kita dinilai mampu mencapai sistem ketahanan
pangan dan swasembada beras sejak tahun 2019.
Yang ketiga, perlindungan hukum, sosial, politik,
dan ekonomi untuk rakyat harus terus diperkuat.
Pemenuhan hak sipil dan praktik demokrasi, hak politik
perempuan dan kelompok marjinal, harus terus kita
jamin. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, tanpa
pandang bulu.
Keamanan, ketertiban sosial, dan stabilitas politik
adalah kunci. Rasa aman dan rasa keadilan harus dijamin
oleh negara, khususnya oleh aparat penegak hukum dan
lembaga peradilan.