Penaklukan Semenanjung Melayu dan Bali Semasa Kertanagara Berkuasa di Singasari

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 22 Agustus 2022 05:27 WIB
Illustrasi (foto: dok Wikipedia)
Share :

KERAJAAN Singasari berada di puncak kejayaannya di masa Raja Kertanegara. Di masa raja Kertanegara inilah Singasari juga sekaligus mengalami kemunduran pasca mendapat serangan dari Jayakatwang.

Raja Kertanegara yang bertahta di Kerajaan Singasari dikisahkan memiliki darah Ken Arok dan Tunggul Ametung. Hal ini sebagaimana dikisahkan pada buku "Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan" dari Muhammad Syamsuddin.

 BACA JUGA:Prabu Kertanegara Hadapi Kubilai Khan dengan Bersekutu Bersama Kerajaan Champa

Ayah Kertanegara adalah Wisnuwardhana, yang merupakan keturunan dari Tunggul Ametung, sedangkan sang ibu bernama Waning Hyun adalah putri dari Mahisa Wunga Teleng, putra sulung Ken Arok hasil pernikahannya dengan Ken Dedes. Waning Hyun sendiri memiliki gelar Jayawardhani. Raja Kertanegara memiliki istri bernama Sri Bajradewi, dan empat orang anak perempuan bernama Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Jayendradewi, dan Gayatri.

Kertanegara awalnya terlebih dahulu diangkat menjadi yuwaraja atau semacam camat di Kediri pada 1254 Masehi. Kebetulan saat itu Kediri, merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Singasari. Sementara Kerajaan Singasari diperintah oleh Raja Wisnuwardhana.

 BACA JUGA:Mabuk Buat Kertanegara Tak Kuasa Hadapi Serangan Kediri hingga Berakhirnya Singasari

Saat memerintah ada dua gelar berbeda yang dicatat oleh dua prasasti berbeda. Berdasarkan prasasti Mula Malurung memiliki gelar Sri Maharaja Sri Lokawijaya Purusottama Wira Asta Basudewadhipa Aniwariwiryanindita Parakrama Murddhaja Namottunggadewa. Sementara berdasarkan prasasti Padang Roco yang bertarikh pada 1286, Kertanegara bergelar Sri Maharajadhiraja Kertanegara Wikrama Dharmmottunggadewa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya