Perindo: Kasus Irjen FS Harus Jadi 'Trigger' Pembenahan Institusi Polri

Awaludin, Jurnalis
Senin 22 Agustus 2022 08:04 WIB
Ketua DPP Partai Perindo bidang Hankan dan Siber, Dr. Susaningtyas Kertopati (foto: dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo bidang Hankam dan Siber, Dr. Susaningtyas Kertopati mengapresiasi Ketua DPR RI, Puan Maharani yang telah mendukung sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait praktik ilegal yang terjadi di dalam tubuh Polri. Dukungan tersebut diberikannya usai Jenderal Listyo berjanji akan mencopot petinggi Polri yang terbukti terlibat dalam tindakan penyakit masyarakat (pekat).

"Peristiwa terpidana Irjen FS harus jadi 'trigger' bagi pembenahan manajemen maupun SDM dalam tubuh institusi Polri. Sudah saatnya pimpinan Polri lakukan evaluasi dan harus laksanakan test psikologi berkala, dan pola pendidikan SDM dari tingkat Tamtama sampai Perwira Tinggi," tegas Nuning sapaan akrab Susaningtyas Kertopati itu, dalam keterangannya, Senin (22/8/2022).

 BACA JUGA:KPAI: Jangan Bully Anak-Anak Sambo, Mereka Tidak Bersalah

Kata Nuning, test psikologi berkala dilakukan Karena dengan berjalannya waktu seseorang pasti alami dinamika kehidupan yang dapat mempengaruhi psikologinya. Hal ini menjadi penting karena anggota Polri dalam kedinasannya bersenjata.

"Tujuan mulia untuk pengamanan masyarakat jangan sampai diselewengkan untuk perbuatan yang justru melawan hukum (oleh oknum penegak hukum)," tegas Nuning.

 BACA JUGA:Polri Buka-bukaan soal Isu Bunker Berisi Uang Rp900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo

"Jikalau perlu Baintelkam yang memiliki kewenangan memberi izin penggunaan senjata api juga dievaluasi, saat ini kita ketahui banyak pihak sipil memiliki senjata meski bukan anggota Polri/TNI ataupun Perbakin," sambungnya.

 

Lalu hal lain, kata Nuning, Polri juga harus menjaga agar Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak) lebih obyektif.

"Dan tidak berdasarkan 'like and dislike' atau 'gank'. Jangan sampai ada pihak yang sudah ikuti assessment kepangkatan justru tidak juga naik pangkat, malah mereka yang belum lebih dulu naik pangkat karena dekat dengan pejabat tinggi Polri. Kembalikan saja pada SOP awal. Hal ini penting sekali untuk menjaga keharmonisan dalam tubuh Polri," tutur Nuning.

Saat ini, kata Nuning, citra Polri sedang dipertaruhkan pasca kasus yang melibatkan Pati Polri. Polri yang dalam tugas kesehatiannya lekat dengan Criminal Justice System harus bersih dari tindakan kriminal maupun illegal.

"Saat ini adalah momentum tepat untuk lakukan perbaikan demi perbaikan. Tak sekedar memberantas Bandar Judi Online dan hal illegal lainnya, tetapi Binmas Polri wajib lakukan 'public lecturing' masyarakat agar tidak mudah terbuai dengan berbagai hal illegal, jika perlu ajak KBPP Polri untuk lakukan hal ini," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya