Namun pada kitab Negarakertagama penjahat itu tidak bernama Bhaya, tetapi Caya Raja atau Cayaraja. Konon pemberontakan ini terjadi pada tahun Saka 1192 atau 1280 Masehi. Sementara pada Kidung Panji Wijayakrama, pemberitaan tentang penjahat Bhaya juga disebutkan tepat sebelum pengiriman tentara Singasari ke negeri Melayu.
Namun namanya bukan Bhaya melainkan Bhayangkara. Demikian pada hakikatnya tidak terdapat selisih pendapat antara ketiga sumber sejarah itu tentang adanya peristiwa sejarah yang bersangkutan. Yang berbeda adalah nama pemberontaknya, namun nama-nama itu hampir sama bunyinya terutama nama Bhaya dan Bhayangkara.
Ketiga sumber sejarah itu saling mengisi, Negarakertagama menambahkan tarikh tahun terjadinya peristiwa, Kidung Panji Wijayakrama mengulur nama itu menjadi Bhayangkara, dan menempatkan berita itu tepat pada akhir berita tentang berhentinya patih Raganata dari jabatannya.
Baca juga: Ken Arok Pendiri Kerajaan Singasari yang Jadi Trah Keturunan Raja di Jawa
(Fakhrizal Fakhri )