Berbagai pertempuran dilakukan Djamin Ginting dan pasukannya melawan Belanda, sejak Belanda melancarkan agresi pada 1947 ke sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Medan. Bukan hanya itu, bersama pasukannya, Djamin Ginting berhasil mengamankan perjalanan Wakil Presiden Mohammad Hatta, dari Berastagi menuju Bukittinggi. Pasalnya, jalur tersebut sudah dikuasai tentara Belanda.
Ketika terjadi peristiwa Gerakan 30 September oleh PKI, Djamin yang waktu itu sudah pindah dinas ke Jakarta diangkat sebagai Inspektur Jenderal Angkatan Darat oleh Panglima Kostrad Mayjen Soeharto. Setelah itu, ia dilantik sebagai Sekretaris Presiden/Kepala Kabinet Presiden merangkap Wakil Sekretaris Negara.
Djamin Ginting juga sempat menjadi anggota DPRGR dan MPRS. Terakhir, ia mengemban tugas sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Kanada.
Djamin Ginting wafat di Ottawa, Kanada pada 23 Oktober 1974. Pada November 2014, pemerintah menetapkan Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting sebagai pahlawan nasional. Ia adalah putra Tanah Karo pertama yang diberi gelar pahlawan nasional.
Selain itu, namanya juga diabadikan sebagai nama jalan yang terbentang dari Kota Medan ke Karo sepanjang 80 kilometer.
2. Kiras Bangun
Pahlawan lainnya dari Tanah Karo adalah Kiras Bangun. Sosok pejuang kelahiran tahun 1852 di Kampung Batu Karang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini dikenal dengan sikapnya yang tegas dan anti-Belanda. Kiras Bangun menjadi sosok berpengaruh di tanah kelahirannya.