Namun, satu per satu wilayah berhasil dikuasai Belanda hingga akhirnya membuat Kiras Bangun dan pasukan terdesak lalu mundur ke Batu Karang. Tak berhasil mempertahankan wilayah, Kiras Bangun harus menyaksikan Batu Karang jatuh ke tangan Belanda.
Belanda menawarkan perundingan kepada Kiras Bangun. Meski menyadari ini adalah jebakan, ditambah lagi banyaknya rakyat tewas akibat pertempuran, Kiras Bangun terpaksa keluar dari tempat persembunyiannya.
Belanda dengan tipu muslihatnya lalu menangkap dan membuangnya ke Riung. Setelah memperoleh kebebasan pada 1909, Kiras Bangun tetap melanjutkan perjuangan melawan Belanda. Pada 22 Oktober 1942, pejuang dari Tanah Karo ini meninggal dunia di Batu Karang, tempat kelahirannya. Kiras Bangun dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah pada 7 November 2005.
(Arief Setyadi )